
inlandernews.com, KARAWANG – Dalam rangka menjalankan tugas Reses perdananya sebagai Anggota Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang di wilayah Dapil Karawang IV yang meliputi Kecamatan Tempuran, Telagasari, Lemahabang, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan, Mulyana, S.HI., menggelar Reses di beberapa titik lokasi. Selasa (3/12/24).
Namun, pengalaman Reses Perdana Mulyana sebagai Anggota Dewan tersebut dihadapkan dengan berbagai keluhan masyarakat yang mencakup beberapa aspek.
Selain permasalahan sosial, Mulyana membeberkan bahwa selama menggelar Reses di beberapa titik yang berbeda, dirinya juga banyak mendengar keluhan – keluhan seputar pendidikan dan percepatan pembangunan
“Dalam reses, ada salah satu warga yang kesehariannya bekerja di yayasan pendidikan swasta meminta kepada pemerintah agar jangan hanya sekolah negeri yang diperhatikan, akan tetapi sekolah swasta pun harus di perhatikan. Apabila ada sarana dan prasarana yang butuh untuk dilakukan perehaban, karena menurutnya sekolah negeri atau swasta sama saja warga masyarakat karawang yang pajaknya setiap saat masuk ke kas pemerintah, apalagi secara fungsionalnya semua sekolah memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” beber Pria yang juga merupakan Ketua Fraksi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karawang tersebut.
Selain seputar permasalahan pendidikan, keluhan lainnya yang Ia temukan adalah tentang aspirasi dari masyarakat yang meminta untuk pembangunan sarana agama seperti mushola, masjid, pondok pesantren serta majlis ta’lim agar dapat diajukan atau disumbang sarana prasarananya melalui Pokir (Pokok Pikiran) Anggota DPRD Kabupaten Karawang, karena belakangan masyarakat mendengar informasi tentang adanya aturan baru, dimana pengajuan terkait sarpras tersebut katanya tidak bisa direalisasikan di wilayah pedesaan.
Lebih lanjut, Mulyana juga mendapati aspirasi dari masyarakat di wilayah Kecamatan Telagasari dan Tempuran, dimana beberapa masyarakat mengusulkan tentang adanya pos pengamanan atau pos pemantauan di area Jalan Layapan yang diketahui bersama bahwa di area tersebut kerap dan rawan terjadi tindak kriminal pembegalan karena jalan tersebut memang terbilang jauh dari pemukiman dan sepi.
Dari berbagai usulan – usulan tersebut, Mulyana menyebut bahwa itu akan menjadi PR bagi dirinya dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat, dan dirinya berharap bisa menyuarakan keluhan tersebut agar selanjutnya bisa menjadi perhatian dan bisa membuahkan solusi.
“Dari beberapa usulan tersebut, saya sebagai wakil rakyat yang menjadi kepanjangan tangan dari masyarakat, tentunya saya berkewajiban untuk menyampaikan keluh kesah masyarakat ini dalam pembahasan selanjutnya bersama pemerintah daerah. Semoga saya bisa mendapatkan solusi setelah menyuarakan apa yang menjadi harapan – harapan masyarakat tersebut, dan doakan agar semuanya bisa berjalan lancar,” tutupnya. #Team