Pelaksana Proyek P3 TGAI di Desa Gempol Kecamatan Banyusari Diduga Curangi Volume Pekerjaan

Spread the love

Karawang- Inlander.news.com
Pelaksanaan kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3 -TGAI ) yang tengah berlangsung di Dusun Kalenraman Desa Gempol Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang, “menjadi sorotan publik.

Proyek P3-TGAI yang diketahui melalui papan informasi, bersumber dana, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 195.000.000,- dengan masa waktu pengerjaan 45 hari kalender ini, dilaksanakan secara swakelola oleh pelaksana P3A Sumber Tani Gempol. Namun sayang diduga dikerjakan asal jadi dan dicurangi.

Pasalnya, selain tidak digali dan tidak dikisdam, pemasangan batu pondasi hanya ditancap-tancapkan diatas lumpur yang berair, sehingga pemasangan batu dasar pondasi tidak tertata secara rapih bersama olahan adukan semen dan pasir.
Selain itu teknis pemasangan batu pondasinya menempel ke tebing tanah. Teknis pemasangan batu pondasi seperti ini “Curang” karena berpotensi dapat mengurangi volume lebar bangunan penurapan.

Seorang warga berinisial IS yang datang ke lokasi, Selasa 22/09/2025 dalam rangka turut serta mengawasi jalannya pembangunan mengatakan, bahwa ia tidak melihat adanya bekas penggalian tanah dan tidak melihat adanya alat pembendung air (kisdam) dalam.pelaksanaan pembangunan penurapan P3 TGAI, bahkan pemasangan batu bangunannya menempel ke tebing tanah.

“Pengerjaan proyek P3- TGAI ini, terkesan “dicurangi dan asal jadi” selain tidak digali dan tidak dikisdam, pasangan batu pondasi bangunan menempel ke tebing tanah, biasanya teknis pemasangan batu pondasi seperti ini sengaja dilakukan agar dapat mengurangi bahan-bahan material bangunan, demi meraup keuntungan yang lebih besar tanpa memikirkan kualitas hasil pekerjaan. Semestinya
sebelum pemasangan batu pondasi dilakukan area pekerjaan digali dan dipasangi alat pembendung air (kisdam) sehingga pemasangan batu pondasi dapat tertata rapih bersama olahan adukan. kemudian pemasangan batu pondasi menempel ketebing tanah seperti ini, dapat berpotensi mengurangi volume lebar bangunan dan akan sulit dikontrol dalam pengecekan.” Ungkapnya.

Sementara seorang kuli yang enggan disebut namanya saat ditanya , hanya menjawab, “saya tidak tau apa -apa pak.
Sampai berita di terbitkan, awak media belum berhasil mengkonfirmasi pengawas atau konsultan pengawas dari dinas. Yans

Exit mobile version