
Peningkatan jalan poros Desa Cicinde Utara Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang yang sempat terbengkalai baru baru ini ramai pemberitaan di media online, namun saat tim investigasi inlandernews ke lapangan pengecoran jalan tersebut sedang di kerjakan, Rabu 13/12/2024 pukul 21.50.
Setelah ramai dipemberitaan proyek peningkatan jalan poros Desa Cicinde utara yang di kritik oleh warga sekitar terkait ukuran bekisting tidak sama ketinggianya alias jig jag akhirnya bekisting tersebut sebagian diganti sesuai ukuran.
Namun patut disayangkan, Proyek ratusan juta yang sumber dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2024 senilai 350.000.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) hasil dari lelang dengan pemenang tendernya CV. Cakra Buana Utama dengan volume Panjang 184 meter Lebar 3 meter, Panjang 99 meter lebar 3.5 meter dengan nomor Spk 027.2/…/52766995/KPA-JLN/PUPR/2024 diduga jalan tersebut tidak ada pemadatan dulu.
Dalam suatu pekerjaan terutama pengecoran jalan tentunya ada pemadatan yang memakai alat berat (mobilisasi alat) yang anggaran lumayan bisa mencapai jutaan dan itu sudah tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). Jika proyek tersebut tidak ada pemadatan bagaimana dengan kualitas jalan yang dikawatirkan jalan tersebut cepat retak karena tidak ada pemadatan dari alat berat dan anggaranya patut dipertanyakan.
Pada saat pengecoran jalan sedang berlangsung tim investigasi inlandernews bertanya singkat terhadap warga sekitar yang sedang melihat kegiatan pengecoran tersebut.Tim investigasi :Pa punten ieu samemeh di cor di gilas teu pake slender.di artikan dalam bahasa Indonesianya (pa..maaf sebelum di cor di gilas teu pake mesin Vibro roller Stump.Jawab warga :teu di gilas,eweuh slender datang jang di artikan dalam bahasa indonesia (tidak di gilas tidak ada mesin Vibro roller Stump datang.
Kurangnya pengawasan proyek ratusan juta hasil dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Tentunya akan berdampak buruk pada kualitas jalan tersebut apa lagi menurut warga sekitar tidak ada pemadatan oleh alat berat Vibro roller Stump ditambah nomor urut SPK (surat perintah kerja) tidak tercantum, sudah jelas proyek terebut di duga sudah menyalahi aturan secara adminitrasi dan teknis kerja.
Andiyanto SH selaku Ketua IJB (Ikatan Jurnalis Bersatu) saat berada di lokasi pengecoran memberi tanggapan “Sungguh amat disayangkan, proyek yang menelan anggaran ratusan juta ini kenapa tidak ada pemadatan dulu,apa karena di dasarnya sudah ada beton? Jika benar seperti ini, lantas bagaimana kondisi dasar yang masih labil atau amblas kan tidak semua nya beton apalagi saya pantau amparan dasar yang menggunakan batu Base Course kelas A seharusnya ada pemadatan terlebih dahulu apa lgi ini proyek LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik), seharusnya lebih ketat baik pengawasan dari Dinas terkait maupun teknis kerja. Lantas dikemanakan itu anggaran untuk pemadatan jalan tersebut?,” ungkapnya.
Andriyanto menambahkan, jalan tersebut merupakan jalan yang ramai, bahkan selalu ada mobil yang bermuatan berat masuk, baik yang bermuatan kayu maupun bongkar muat ikan. Ditambah warga saat membangun rumah pasti membutuhkan matrial itu kan muatan berat, jika tidak ada pemadatan dulu tentunya kualitas jalan tidak akan lama yang nantinya pada retak akibat kendaraan yang bermuatan berat. Saya mencoba menghubungi pelaksana atau mandornya tapi tidak di angkat – angkat,” keluhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, inlandernews.com belum berhasil mengonfirmasi pihak pelaksana maupun pihak pengawas terkait tidak ada pemadatan terlebih dulu, karena dengan kesalahan teknis pekerjaan tersebut tentunya akibat kurangnya pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang. #ER