Tak Ada Papan Informasi, Pembangunan Turap di Desa Tanah Baru Dianggap Proyek Siluman, Pengawas Dinas PUPR Jangan Bekerja Di warung Kopi

Spread the love
foto pekerjaan

inlandernews.com, Karawang- diawal tahun 2025. Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa barat, baru-baru ini menarik perhatian warga terkait proyek turap yang saat ini sedang dikerjakan menuai sorotan dari masyarakat sekitar.

Pantauan Tim investigasi media ditemukan hal mencolok proyek turap tersebut tidak adanya papan nama proyek yang biasanya menjadi identitas dan informasi penting bagi masyarakat dan pekerjaan proyeknya digarap asal jadi diduga menyimpang dari RAB dan spesifikasi, Kamis (15/5/2025).

Proyek pembangunan turap yang berlokasi di RT.14 RW.04 Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat diduga proyek siluman.

Wawan, salah satu pekerjaan saat dimintai komentarnya kaitan papan proyek mengatakan semenjak saya kerja gaada pak. papan informasinya ga tau ini proyek kalau ada papan informasinya sudah saya pasang, Kaitan pengawas dari dinas itu ga ada ke lokasi jangan kan pengawas pemborong aja ga pernah ke lokasi pak Ujar Wawan. Kepada awak media.

“Turap ini kalau ga saya salah dengar panjang. 230.M. tinggi 120.M.dan lebar 30.cm.proyek ini sudah hampir 30.persen apa yang dikatakan oleh perangkat desa tanah baru dalam hal ini bendahara desa terkait papan informasi yang katanya sudah di pasang sampai saat ini itu belum ada pak,” ungkapnya.

Absennya papan nama proyek menjadi sorotan utama. Papan nama proyek berfungsi sebagai sumber informasi mengenai nama proyek, anggaran, pelaksana, dan waktu penyelesaian.

Hal senada yang dikatakan warga kamal jaya proyek ini sering disebut sebagai proyek siluman, “karena minimnya transparansi yang diinformasikan ke Publik perihal sumber anggaran darimana, APBN atau APBD? Berapa volume dan nilainya, semua ga jelas. saya aja bingung ko bisa papan informasinya ga di pasang mungkin kawatir boroknya di ketahui oleh publik,” ucap warga dengan nada heran.

Tanpa informasi ini, dirinya sebagai masyarakat yang tentunya merasa terabaikan dan khawatir tentang transparansi penggunaan anggaran. Ini juga menimbulkan spekulasi mengenai kualitas dan kelayakan proyek tersebut.

“Dan saya sebagai masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan berapa besar dana yang diinvestasikan untuk proyek ini,” keluhnya.

Petani juga telah mengungkapkan keprihatinan mereka. Banyak dari mereka yang menuntut kejelasan mengenai proyek ini.

Rasa ketidakpastian ini menciptakan ketidakpercayaan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Sebagian besar warga berharap pemerintah setempat dapat segera memberikan penjelasan dan memasang papan nama proyek untuk meningkatkan transparansi.

Dalam menghadapi situasi ini, pengawasan dari pemerintah daerah sangat penting.khususnya pengawas dinas PUPR segera kroscek ke lokasi dan jangan bekerja di warung kopi.

Proyek-proyek seperti ini menurut petani sekitar yang berinisial H. Ini harus melalui proses evaluasi yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

“Harusnya ada proses evaluasi danpengawasan ketat, biar gak terjadi penyalahgunaan,” ungkapnya.

Dengan adanya pengawasan yang baik, proyek turap di Desa tanah baru diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.khususnya bagi petani.

Konstruksi penahan tanah di Desa tanah baru menjadi contoh nyata dari pentingnya transparansi dalam setiap proyek pembangunan
Masyarakat perlu dilibatkan dan diberikan informasi yang jelas untuk memastikan keberhasilan proyek ini.

Dengan pengawasan yang baik dan partisipasi aktif, diharapkan proyek ini dapat memenuhi harapan warga dan menjadi langkah positif. #TGN

Exit mobile version