
KARAWANG – Inlandernews.com
Dalam rangka meningkatkan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang kini tengah merealisasikan pekerjaan peningkatan jalan. Salah satunya seperti yang tengah direalisasikan untuk jalur Banyuasih – Mekarasih yang berada di Kecamatan Banyusari. Kamis (23/10/05)
Namun sayangnya, dalam proses pelaksanaannya diduga lemah pengawasan. Pasalnya, saat pekerjaan pengaspalan atau hotmix berlangsung, awak media tidak menemukan keberadaan pengawas.
Bahkan, ketika dipertanyakan keberadaan mandor lapangan pun para pekerja seolah enggan memberikan keterangan dan menyebut tidak tahu.
”Gak ada Pak, gak tau,” timpal salah seorang pekerja dengan singkat.
Lebih parahnya, di lokasi pekerjaan juga tidak terlihat adanya aktifitas maupun keberadaan team lab yang seharunya ada saat pekerjaan berlangsung untuk melakukan pengukuran suhu aspal.
Atas dasar hal tersebut, awak media kemudian berupaya mengonfirmasi Rayka pengawas yang di tugaskan dinas PUPR karawang untuk mengawasi pekerjaan tersebut ketika di konfirmasi mengatakan bahwa dirinya beserta orang dari lab sudah menunggu alat datang di lokasi dari mulai magrib kemarin dan sampai subuh alat yang datang baru 2 , sehingga saya juga merasa lelah, sedangkan alat baru lengkap pagi sehingga ketika pekerjaan di mulai saya dan orang lab tetap melakukan pengawasan dalam pekerjaan tersebut hanya memang belum selesai saya sudah pulang ke kantor karena ada pekerjaan lain, tutur Rayka
mendengar jawaban pengawas seperti itu, guna mencari informasi lanjut agar pemberitaan berimbang,awak media mencoba mengkonfirmasi Aris pihak dari AMP mandiri Tjakra Baskara melalui aplikasi whatsapp guna mempertanyakan apa benar yang di katakan oleh pengawas bahwa alat untuk pengaspalan datang terlambat dari waktu yang di janijkan, namun sampai berita di terbitkan pihak aspal maching plant tidak menjawab konfirmasi.(Yans)*