
inlandernews.com KARAWANG – Warga Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari yang bernama Daenah mengalami mata bengkak dan terasa sakit dan membuat Bu Daenah pergi berobat ke Puskesmas Gempol yang terletak di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang pada Kamis 6 Maret 2025 untuk memeriksakan keluhan matanya.
Di Puskesmas tersebut, setelah melalui proses pendaftaran kemudian pasien diperiksa oleh Dokter jaga yang ada di Puskesmas. Selanjutnya, setelah diperiksa oleh Dokter, pasien mengambil obat ke Apotek dengan membawa lembar resep dari dokter lalu kemudian membawa pulang obat yang telah didapatkannya setelah penukaran resep.
Sesampainya di rumah, menjelang tidur pasien mengobati matanya dengan meneteskan obat dari puskesmas. Namun, beberapa jam kemudian Daenah malah merasakan sakit luar biasa di bagian matanya. Bahkan, kondisi matanya bengkak lebih parah hingga dirinya tidak bisa tidur karena menahan rasa sakitnya.
Merasa curiga dengan kondisi matanya yang malah semakin sakit setelah menggunakan obat tetes tersebut, Wasdam selaku suami Daenah kemudian berkoordinasi dengan tetangga dan Pemerintahan Desa Gembongan melalui PSM (Pekerja Sosial Masyarakat).
Lebih lanjut, menanggapi keluhan dari warganya, PSM kemudian berusaha untuk mencari tahu tentang penggunaan obat tetes tersebut, barulah didapatkan keterangan bahwa obat yang diberikan tersebut diduga bukanlah obat tetes mata, melainkan obat tetes telinga.
Namun, guna mendapatkan keterangan lebih lanjut, PSM mendampingi Bu Daenah mendatangi Puskesmas Gempol untuk meminta keterangan kepada Dr. Hilman Hermawan selaku Kepala UPTD Puskesmas Gempol pada Senin (10/3/25), dan ternyata memang benar, kejadian yang dilami oleh Bu Daenah merupakan akibat kesalahan pemberian obat.
Dengan adanya kejadian tersebut, tentunya harus menjadi perhatian serius untuk Puskesmas Gempol, baik dari pelayanan kesehatan maupun tenaga kesehatan. Terutama dalam hal pemberian obat, khususnya penjaga apotek harus benar-benar teliti dan memahami tulisan resep dari Dokter.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Dr. Hilman Hermawan selaku Kepala Puskesmas Gempol menjelaskan Via pesan whatsApp, mengungkapkan bahwa kondisi pasien sudah aman, dan pihak Nakes dari PKM Gempol selalu berkomunikasi, apabila Bu Daenah datang berobat ke PKM Gempol dan selalu di observasi terus dipantau perkembangannya.
“Terkait obat tetes, kami mohon maaf, kemasannya mirip-mirip dengan obat tetes telinga Pak, terkadang bisa salah pemahaman dengan tulisan. Kalau dengan pasiennya kami terjalin dengan baik komunikasinya, dan saat ini Alhamdulillah bisa sehat kembali,” ungkapnya.
Kepada inlandernews.com, Wasdam selaku suami dari Bu Daenah menerangkan bahwa kondisi istrinya kini sudah membaik dan sudah diberikan obat lagi oleh Puskesmas berupa obat tetes mata yang benar. Namun, Wasdam berharap agar kejadian serupa tak terulang lagi dan bisa dijadikan bahan evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik dan teliti.
“Saya berharap kepada Tenaga Kesehatan Puskesmas Gempol, harap lebih jeli lagi ketika membaca resep dari Dokter. Jika pegawainya lalai dan kurang teliti untuk memberikan obat terhadap pasien, tentunya akan berdampak buruk pada kesehatan pasien, contohnya seperti yang dialami oleh istri saya,” harapnya.
Sementara itu, H. Ucin Supriadi selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinkes Kabupaten Karawang, saat di konfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan bahwa hal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi Puskesmas Gempol dan agar menjadi perhatian juga bagi Puskesmas lainnya.
“Siap, hatur nuhun Infonya, nanti akan ditindaklanjuti secepatnya ke Kabid Yankes (Pelayanan Kesehatan) Dinkes, karena ini perhatian serius khususnya PKM Gempol dan umumnya PKM yang ada di Kabupaten Karawang,” timpalnya. #WG
