
KARAWANG, inlandernews.com – Niat baik Pemerintah Kabupaten Karawang melalui kebijakan Bupati dan direalisasikan oleh dinas PUPR yang melakukan pembelian alat berat excavator ampibhious senilai belasan milyar dengan maksud membantu nelayan agar kapal penangkap ikan tidak terhambat ketika ingin pergi melaut dikarenakan terjadi pendangkalan di muara sungai yang akan di lewati oleh kapal-kapal nelayan, akhirnya menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dan seakan menjadi polemik. Kamis (29/8/2024).
Pasalnya, masih banyak infrastruktur-infrastruktur di Kabupaten Karawang yang belum tersentuh oleh pembangunan. Seperti halnya jalan-jalan yang sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki, sehingga menghambat laju perekonomian masyarakat yang ingin beraktifitas untuk menjual hasil panen, serta masih banyaknya saluran saluran air yang tersumbat sehingga air untuk mengairi pesawahan menjadi terhambat sehingga berakibat banyak nya gagal panen, serta panen yang kurang maksimal dikarenakan selama musim tanam sawah sawah tersebut sering kekurangan pasokan air.
Sementara itu, Excavator ampibhious yang menurut H. Rusman selalu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang ketika dikonfirmasi oleh inlandernews.com pada Kamis 29 Agustus 2024 , dirinya menerangkan bahwa ampibhious yang di beli seharga kurang lebih 7,5 M serta Ponton seharga 2,2 M, dan dinas membeli 2 unit diharapkan dapat membantu nelayan.
Ditempat yang sama, Kabun, S.Pd.I., selalu Kepala Desa Ciparagejaya merasa bersukur dan berterimakasih kepada Bupati Karawang melalui Dinas PUPR, karena telah mendengar keluhan para nelayan dengan menurunkan excavator ampibhious di Desa Ciparagejaya. sehingga, diharapkan kedepannya para nelayan tidak akan terhambat aktifitasnya disebabkan oleh pendangkalan Muara Sungai Cibulan-bulan. Bahkan, dirinya merasa telah di anak emaskan oleh Bupati Karawang.
Di sisi lain, seorang masyarakat Karawang berinisial NN yang saat berjalannya penurunan amphibious pun turut menyaksikan proses tersebut, dirinya mengatakan hahwa sangat menyayangkan tindakan Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas PUPR yang dinilai telah menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang menurutnya tidaklah urgent.
Menurutnya, daripada uang belasan miliar dibelikan alat tersebut, lebih baik uangnya dianggarkan untuk hal yang lebih urgent, seperti untuk membangun jalan – jalan yang belum tersentuh pembangunan, serta saluran irigasi serta memperbaiki wilayah wilayah di Karawang yang rentan banjir, semisal wilayah Karangligar yang setiap tahunnya berlangganan terkena musibah banjir.
“Sedangkan, untuk mengatasi masalah pendangkalan sungai kan bisa dilakukan pengerukan sewaktu-waktu dengan cara seperti biasa yang dilakukan oleh Dinas PUPR dengan melibatkan pihak ketiga melalui lelang tender. Contohnya, seperti yang dilakukan di Muara Sungai Desa Sukakerta yang awal tahun 2024 dilakukan pengerukan oleh alat excavator dengan melibatkan pihak ketiga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, NN mengatakan bahwa pembelian alat ini cuma awal dari pengeluaran anggaran yang besar, karena perlu dipikirkan juga untuk tempat penyimpanan, serta keamanan alat tersebut.
“Karena, tidak menutup kemungkinan, alat yang berada di air dan tidak dijaga, akan menarik minat tindak kejahatan. Sedangkan untuk hal yang tadi disebutkan, semua itu membutuhkan pembiayaan yang berkesinambungan dan jumlahnya tidak akan sedikit,” pungkasnya. #Yanto.
