
Lampung Selatan’Inlandernews. ComSebuah gudang yang berlokasi di JL.Raya Natar KM.16 Nomor 39 Desa Pemanggilan,Kecamatan Natar,Kabupaten Lampung Selatan ditengarai menjadi basis penimbunan solar dan pengoplosan dengan minyak Cong skala besar yang dikelola secara tertutup dan sistematis.
Berdasarkan penelusuran dan informasi dari narasumber yang namanya tidak ingin di publikasikan, gudang tersebut diduga kuat milik Yono seorang oknum TNI AL aktif.
Aktivitas ilegal ini disinyalir telah berlangsung lama namun hingga kini belum tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH).Gudang tersebut dirancang sedemikian rupa untuk mengelabui pantauan publik dan pihak berwenang.
Dilengkapi dengan pagar tembok beton yang menjulang tinggi serta pintu pagar seng yang kokoh, lokasi ini berfungsi sebagai tempat transit solar yang didapat dari para pelangsir sebelum didistribusikan kembali secara ilegal terlebih dahulu di oplos dengan minyak cong.
Ironisnya, oknum TNI AL yang seharusnya tunduk pada kedisiplinan militer, dikabarkan jarang masuk dinas demi mengelola bisnis ilegal tersebut. Tindakan ini mencuatkan kesan adanya oknum yang merasa kebal hukum di tengah penderitaan masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan solar subsidi.Praktik penimbunan ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan tindak pidana serius.
Selain merugikan keuangan negara, aktivitas mafia migas ini berdampak langsung pada:•
Kelangkaan Solar: Menyulitkan nelayan dan pelaku usaha kecil untuk mendapatkan hak mereka.
Ketimpangan Ekonomi: Keuntungan besar mengalir ke kantong oknum, sementara subsidi negara tidak tepat sasaran.•
Preseden Buruk Hukum: Memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap distribusi energi nasional.
Publik kini mendesak unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polri, khususnya Polda Lampung,Polisi Milite(POMAL)untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penggerebekan.
Pembiaran terhadap aktivitas ini dikhawatirkan akan memperburuk citra penegak hukum di mata masyarakat.”Ini adalah pengkhianatan terhadap amanah negara.
Seorang abdi negara seharusnya melindungi kepentingan bangsa, bukan justru menjadi dalang di balik praktik yang merugikan rakyat banyak,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat berharap Kapolda Lampung,Polisi Militer (POMAL) mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu untuk memberantas mafia migas ini hingga ke akar-akarnya, guna memastikan hukum tegak dan subsidi negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Hingga berita ini diterbitkan kan,awak media belum berhasil mengkonfirmasi pemilik gudang tersebut, dan apabila ada pihak yang merasa di rugikan Redaksi Inlandernews.com memberikan ruang untuk gak jawab serta klarifikasi.Red.
