
Inlander Karawang News, –
Dalam rangka menumbuhkan kreatifitas siswa dalam berbagai bidang, Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Karya Mandiri Tempuran (SMK TKM Tempuran) menerapkan program “Sabtu Kreatif” yang digelar setiap 1 minggu sekali.
Dalam pelaksanaannya, setiap akhir pekan disekolah selalu digelar berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kreatifitas siswanya yang dipelajari dalam setiap ekstrakulikuler disekolah dari mulai keterampilan hingga kesenian.
Seperti yang digelar hari ini, dimana disekolah sedang digelar agenda “Sabtu Kreatif” dihalaman kampus SMK TKM Tempuran dengan menampilkan aksi teatrikal bertema “Kemerdekaan” yang dibawakan oleh siswa di beberapa kelas. Sabtu (12/8/2023).
Sesuai tema yang diusung, dalam pertunjukan aksi teatrikal tersebut masing-masing kelas menampilkan dan membawakan pertunjukan dengan nuansa kebangsaan dan menggambarkan perjuangan para pahlawan dalam upaya mencapai kemerdekaan.

Terkait hal tersebut, Budi Azani, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa dalam sabtu kreatif kali ini sengaja mengangkat tema kemerdekaan, dengan tujuan agar seluruh siswa dapat memahami dan merasakan arti perjuangan para pahlawan dalam rangka memerdekakan bangsa dari segala bentuk penjajahan.
“Sesuai moment, Sabtu Kreatif kali ini kita sengaja mengangkat tema kemerdekaan, dengan tujuan untuk menanamkan jiwa kebangsaan kepada siswa, juga untuk mengedukasi dan menghormati tentang kerja keras para pahlawan yang telah berjasa dalam upaya memerdekakan bangsa dari penjajahan kala itu,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa agenda sabtu kreatif sengaja diterapkan dengan tujuan untuk menghilangkan kejenuhan siswa yang disibukkan dengan pelajaran formal, namun dengan tetap produktif berkarya dan juga memiliki nilai pengetahuan.
“Melalui Sabtu Kreatif, kita sengaja selalu menggelar kegiatan seperti ini, untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam pelajaran formal, tapi tetap dengan menerapkan produktifitas untuk berkarya, dan dengan nilai pengetahuan. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini seluruh siswa tetap bisa menyerap pengetahuan, juga menciptakan bibit-bibit potensial siswa,” tambahnya.
Selain itu, tujuan lainnya adalah agar seluruh siswa dengan wali kelas dapat lebih akrab melalui kegiatan-kegiatan yang digelar secara interaktif, yang dimana dalam pelaksanaannya setiap kelas sepenuhnya melalui arahan dari tiap wali kelas. Mengingat, di tahun ajaran baru dimungkinkan masih banyaknya siswa baru yang merasa kaku untuk berkomunikasi dengan wali kelasnya. (dank)*
