Diduga Tidak Transparan, Penyertaan Modal BUMDes Srikamulyan Dipertanyakan

Daerah
Spread the love
Ilustrasi

Inlandernews.com, KARAWANG – Kamis, 7 Agustus 2025 Pemerintah Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, telah merealisasikan Dana Desa tahap pertama tahun 2025 untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp 145.542.000. Namun, realisasi penggunaan dana tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

‎Pasalnya, berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, hingga kini belum terlihat adanya aktivitas usaha BUMDes yang berjalan atau memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga setempat.

‎Padahal, salah satu tujuan utama pendirian BUMDes adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui unit-unit usaha yang produktif dan berkelanjutan.

‎Seorang warga Desa Srikamulyan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya. “Dana desa yang besar ini seharusnya bisa membantu ekonomi masyarakat kalau BUMDes-nya jalan. Tapi nyatanya, sampai sekarang enggak ada kegiatan apa-apa. Ini patut dipertanyakan,” ujarnya, kamis (07/08/2025).

‎Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pengelolaan penyertaan modal BUMDes tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel. Warga berharap agar Pemerintah Desa dan pengurus BUMDes dapat memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan dana tersebut.

‎Warga mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Karawang untuk segera turun melakukan audit dan evaluasi terhadap pengelolaan dana desa.

‎”Saya sangat berharap di Desa Srikamulyan, khususnya untuk penyertaan modal BUMDes dikricek langsung. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, harus ada tindakan tegas,” tegasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Srikamulyan maupun pengurus BUMDes belum memberikan keterangan resmi terkait stagnasi kegiatan usaha tersebut. #Gun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *